4 Tahun Jokowi-JK, Deretan Prestasi Ekonomi Sulit Disaingi Oposisi
Berita Tercepat - Sebagai rakyat jelata saya sangat bangga dengan masa kepemimpinan Jokowi-Jk selama 4 tahun. Asalanya sangat sederhana, pemerintahan Jokowi-Jk membawa indonesia kearah yang lebih baik di bidang ekonomi. Bahkan, pengakuan kini hadir di berbagai dunia terkait kuatnya pondasi menghadapi ekonomi dunia yang sedang tidak jelas.
Setidaknya dalam bidang ekonomi ada lima hal yang bisa diperhatikan dalam pencapaian Jokowi-JK di empat tahun ini. Pertama, pencapaian makro ekonomi nasional. Kedua, keadilan ekonomi dan sosial. Ketiga, kemandirian ekonomi. Keempat, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Kelima, pengelola pembangunan, terutama dari sisi fiskalnya.
Akan tetapi, terhadapat satu hal yang tidak pernah pembaca ketahui, yaitu alam zona stabilisasi harga yang standarnya itu sudah seperti negara maju. Di mana inflasi di Indonesia bisa bertahan di bawah 4%. Keadaan tersebut sama seperti negara di Eropa, inflasi tidak pernah nyaris di atas 5%.
Angka inflasi merupakan wujud berhasilnya pemerintahan Jokowi dalam menghadapi harga pangan dan membangun rantai pasok yang efisien. Dengan inflasi yang rendah, maka masyarakat diuntungkan karena pendapatannya tidak akan tergerus dengan harga yang meningkat.
Sebagai catatan, rasio ketimpangan terus turun hingga pada Maret 2018 menjadi 0,38. Sehingga menurutnya, program keadilan ekonomi sudah menghasilkan capaian yang baik dalam 4 tahun terakhir. Program utama yang didesain pemerintah untuk membangun pemerataan adalah RAPS. (Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial-red), Dana Desa, KUR, KIP, KIS, PKH, Rastra, dan masih banyak lagi.
Bahkan dari sisi produsen pun, di tengah inflasi yang rendah ini, masih bisa berekspansi. Sebab, pemerintah memberikan berbagai insentif. Sehingga baik produsen dan masyarakat dua-duanya bahagia. Jelas keadaan saat ini jauh berbeda di empat tahun sebelumnya yang angka inflasinya bisa mencapai 8%. Tanpa kita sadari, kita menuju pada situasi di mana negara ini berhasil menata ekonominya.
Sejatinya, inflasi merupakan indikator penting hampir semua negara. Pasalnya, jika inflasi rendah, maka tingkat suku bunga juga bisa rendah. Sehingga bisa mengerek investasi. Kalau investasi naik maka potensi pertumbuhan ekonomi juga bisa tercapai. Pemerataan ekonomi juga sudah dilakukan pemerintah lewat pembangunan infrastruktur. Hal itu dilihat dari 223 proyek strategis nasional (PSN) yang terletak di seluruh Indonesia.
Yakni sebanyak 53 proyek (Rp 545,8 triliun) di Sumatera, 89 proyek (Rp 995,9 triliun), Sulawesi 27 proyek (Rp 308,3 triliun), Kalimantan 17 proyek (Rp 481 triliun), Bali dan Nusa Tenggara 13 proyek (9,4 triliun), Maluku dan Papua 12 proyek (464 triliun), dan 12 proyek dan tiga program nasional (1.345,7 triliun).
Pemerintah semata-mata melakukan hal itu karena ingin menciptakan ekonomi yang adil. Bahkan dengan begitu, ia meyakini apa yang dilakukan pemerintah saat ini bisa menjadi warisan terbesar yang bisa dirasakan masyarakat dalam 25 tahun mendatang. Hal lainya, selama empat tahun membangun infrstruktur, peringkat daya saing Indonesia terus mengalami perbaikan. Pada tahun ini, peringkat daya siang Indonesia naik dua tingkat ke posisi 45 dari 140 negara.
Terdapat hal lainnya yang selama ini tidak pernah disoroti mampu berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Hingga 2017 kontribusi PDB koperasi meningkat menjadi 4,48 persen dari sebelumnya tahun 2014 hanya 1,71 persen. Dengan peningkatan kontribusi PDB koperasi itu tidak terlepas dari keberhasilan menggulirkan program reformasi total koperasi.
Sebelumnya pemerintah telah mengambil 3 langkah dalam memperbaiki koperasi, yaitu reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi. Reformasi total koperasi setelah 4 tahun berjalan juga dapat dilihat dari banyaknya koperasi yang telah bertransformasi menjadi badan usaha berdaya saing tinggi. Antara lain Kospin Jasa Pekalongan, Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel), Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), KSPS BMT UGT Sidogiri Indonesia dan Koperasi Kredit Kubu Gunung.
Ke depan, dalam meningkatkan kontribusi PDB koperasi, Kemenkop dan UKM tidak hanya fokus melakukan reformasi total koperasi, tetapi akan mendorong tumbuhnya koperasi produksi, konsumen dan jasa di Tanah Air. Agar pengembangan koperasi lebih beragam tidak hanya didominasi oleh koperasi simpan pinjam (KSP).
Dari data tersebut, kubu oposisi nampaknya akan sulit mengalahkan Jokowi dengan sejumlah kinerja yang ada. Sandiaga bekerja di DKI Jakarta saja, hanya modal mulutdoang. Semakin sulit mengalahkan Jokowi.
![]() |
| 4 Tahun Jokowi-JK, Deretan Prestasi Ekonomi Sulit Disaingi Oposisi |
Setidaknya dalam bidang ekonomi ada lima hal yang bisa diperhatikan dalam pencapaian Jokowi-JK di empat tahun ini. Pertama, pencapaian makro ekonomi nasional. Kedua, keadilan ekonomi dan sosial. Ketiga, kemandirian ekonomi. Keempat, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Kelima, pengelola pembangunan, terutama dari sisi fiskalnya.
Akan tetapi, terhadapat satu hal yang tidak pernah pembaca ketahui, yaitu alam zona stabilisasi harga yang standarnya itu sudah seperti negara maju. Di mana inflasi di Indonesia bisa bertahan di bawah 4%. Keadaan tersebut sama seperti negara di Eropa, inflasi tidak pernah nyaris di atas 5%.
Angka inflasi merupakan wujud berhasilnya pemerintahan Jokowi dalam menghadapi harga pangan dan membangun rantai pasok yang efisien. Dengan inflasi yang rendah, maka masyarakat diuntungkan karena pendapatannya tidak akan tergerus dengan harga yang meningkat.
Sebagai catatan, rasio ketimpangan terus turun hingga pada Maret 2018 menjadi 0,38. Sehingga menurutnya, program keadilan ekonomi sudah menghasilkan capaian yang baik dalam 4 tahun terakhir. Program utama yang didesain pemerintah untuk membangun pemerataan adalah RAPS. (Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial-red), Dana Desa, KUR, KIP, KIS, PKH, Rastra, dan masih banyak lagi.
Bahkan dari sisi produsen pun, di tengah inflasi yang rendah ini, masih bisa berekspansi. Sebab, pemerintah memberikan berbagai insentif. Sehingga baik produsen dan masyarakat dua-duanya bahagia. Jelas keadaan saat ini jauh berbeda di empat tahun sebelumnya yang angka inflasinya bisa mencapai 8%. Tanpa kita sadari, kita menuju pada situasi di mana negara ini berhasil menata ekonominya.
Sejatinya, inflasi merupakan indikator penting hampir semua negara. Pasalnya, jika inflasi rendah, maka tingkat suku bunga juga bisa rendah. Sehingga bisa mengerek investasi. Kalau investasi naik maka potensi pertumbuhan ekonomi juga bisa tercapai. Pemerataan ekonomi juga sudah dilakukan pemerintah lewat pembangunan infrastruktur. Hal itu dilihat dari 223 proyek strategis nasional (PSN) yang terletak di seluruh Indonesia.
Yakni sebanyak 53 proyek (Rp 545,8 triliun) di Sumatera, 89 proyek (Rp 995,9 triliun), Sulawesi 27 proyek (Rp 308,3 triliun), Kalimantan 17 proyek (Rp 481 triliun), Bali dan Nusa Tenggara 13 proyek (9,4 triliun), Maluku dan Papua 12 proyek (464 triliun), dan 12 proyek dan tiga program nasional (1.345,7 triliun).
Pemerintah semata-mata melakukan hal itu karena ingin menciptakan ekonomi yang adil. Bahkan dengan begitu, ia meyakini apa yang dilakukan pemerintah saat ini bisa menjadi warisan terbesar yang bisa dirasakan masyarakat dalam 25 tahun mendatang. Hal lainya, selama empat tahun membangun infrstruktur, peringkat daya saing Indonesia terus mengalami perbaikan. Pada tahun ini, peringkat daya siang Indonesia naik dua tingkat ke posisi 45 dari 140 negara.
Terdapat hal lainnya yang selama ini tidak pernah disoroti mampu berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Hingga 2017 kontribusi PDB koperasi meningkat menjadi 4,48 persen dari sebelumnya tahun 2014 hanya 1,71 persen. Dengan peningkatan kontribusi PDB koperasi itu tidak terlepas dari keberhasilan menggulirkan program reformasi total koperasi.
Sebelumnya pemerintah telah mengambil 3 langkah dalam memperbaiki koperasi, yaitu reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan koperasi. Reformasi total koperasi setelah 4 tahun berjalan juga dapat dilihat dari banyaknya koperasi yang telah bertransformasi menjadi badan usaha berdaya saing tinggi. Antara lain Kospin Jasa Pekalongan, Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel), Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), KSPS BMT UGT Sidogiri Indonesia dan Koperasi Kredit Kubu Gunung.
Ke depan, dalam meningkatkan kontribusi PDB koperasi, Kemenkop dan UKM tidak hanya fokus melakukan reformasi total koperasi, tetapi akan mendorong tumbuhnya koperasi produksi, konsumen dan jasa di Tanah Air. Agar pengembangan koperasi lebih beragam tidak hanya didominasi oleh koperasi simpan pinjam (KSP).
Dari data tersebut, kubu oposisi nampaknya akan sulit mengalahkan Jokowi dengan sejumlah kinerja yang ada. Sandiaga bekerja di DKI Jakarta saja, hanya modal mulutdoang. Semakin sulit mengalahkan Jokowi.
Baca juga :
Cari Bandar Togel Online Terpercaya Dan Aman ??? Ini Solusinya !!
Potongan Togel Terbesar !
Bonus Deposit Terbesar !
Bonus Cashback Terbaik !
Bonus Referal Seumur Hidup !
Bonus Cashback Terbaik !
Bonus Referal Seumur Hidup !
Dengan Minimal Deposit hanya 20rb saja !!
Cukup 1 ID untuk semua permainan !!
Daftar sekarang juga tinggal klik => https://bit.ly/2JWhhcs
Cukup 1 ID untuk semua permainan !!
Daftar sekarang juga tinggal klik => https://bit.ly/2JWhhcs




Tidak ada komentar